<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644</id><updated>2011-08-04T00:36:29.363-07:00</updated><category term='secret of mind'/><category term='secret of review'/><category term='secret of word'/><category term='secret of poem'/><category term='secret of event'/><title type='text'>Secret Room</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-7025288317337633013</id><published>2009-10-26T06:07:00.001-07:00</published><updated>2009-10-26T06:19:16.813-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Pindah blog ke alamat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://sefryanakhairil.net/blog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkunjung ya! ;D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-7025288317337633013?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/7025288317337633013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=7025288317337633013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/7025288317337633013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/7025288317337633013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2009/10/pindah-blog-ke-alamat-selamat_26.html' title=''/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-3154242347468104115</id><published>2009-10-26T06:07:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T06:08:37.433-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Pindah blog ke alamat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://sefryanakhairil.net/blog"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkunjung ya! ;D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-3154242347468104115?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/3154242347468104115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=3154242347468104115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/3154242347468104115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/3154242347468104115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2009/10/pindah-blog-ke-alamat-selamat.html' title=''/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-7152439606605452386</id><published>2009-09-07T01:21:00.000-07:00</published><updated>2009-09-07T01:27:27.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of review'/><title type='text'>(Review) Gerhana Kembar oleh Clara Ng</title><content type='html'>Perempuan dalam aspek sosial disederhanakan ke dalam dua peran, yaitu peran perempuan dalam keluarga dan peran perempuan dalam masyrakat. Peran ialah bagian yang dimainkan seseorang pada setiap keadaan dan cara bertingkah laku untuk menyelaraskan diri dengan keadaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan masyarakat Indonesia, hubungan laki-laki dan perempuan hanyalah sekadar hubungan biologis dan sosial-ekonomis. Hubungan tersebut tidak sejalan dengan pandangan feminis bahwa perempuan mempunyai hak, kewajiban, dan kesempatan yang sama dengan laki-laki. Perempuan pun dapat ikut serta dalam kehidupan bersama-sama dengan laki-laki.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pada umumnya meyakini kalau perempuan menurut kodratnya bersifat lemah dan terbatas dibandingkan laki-laki, sehingga perempuan disisihkan dari kehidupan. Akibatnya, potensi-potensi yang dimiliki oleh perempuan tidak berkembang dan hak-haknya terbatas. Lembaga utama dari sistem partriakal menurut Toety Heraty, penyair yang juga guru besar di Universitas Indonesia,  adalah keluarga. Nilai-nilai partriakal mengendap begitu lama sehingga begitu kuat dan mengakibatkan perempuan tidak diperlukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimpangan peran dan fungsi laki-laki dan perempuan juga terlihat dalam karya-karya sastra. Sebuah karya sastra lahir bukan hanya karena ada dorongan dari dalam diri penulis, tetapi juga stimulus-stimulus dari luar dirinya. Stimulus-stimulus itu sesuai dengan keadaan yang terjadi saat karya sastra dihasilkan. Stimulus-stimulus yang memengaruhi penulis turut juga memengaruhi apa yang ditampilkan penulis dalam karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengarang adalah salah satu orang paling cerdas di muka bumi, karena dengan menjadi seorang pengarang maka tuntutan untuk memelajari berbagai hal akan jauh lebih menuntutnya dibandingkan menjadi seseorang yang bukan pengarang.&lt;br /&gt;Semisal, seorang pegawai kantoran yang bekerja menjadi seorang penasihat finansial, sudah pasti ia akan berkonsentrasi untuk melihat, menyimak serta mengetahui berita finansial terkini. Begitupun dengan seorang dokter, ia sudah pasti akan berkonsentrasi penuh ke bidang kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut berbeda dengan seorang pengarang yang berkonsentrasi ke segala hal. Jika ia ingin mengarang tentang kehidupan seorang penasihat Finansial maka ia akan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan bidang finansial, berkonsentrasi, berfikir layaknya seorang penasihat finansial, memandang layaknya pandangan seorang penasehat finansial, membaca buku, berita, serta kasus yang berhubungan dengan finansial. Ia akan menjadi seorang ahli finansial dalam karangannya. Pun begitu jika ia ingin mengarang tentang kehidupan seorang dokter, ia akan mengetahui segala hal tentang kedokteran dan ilmu kesehatan, demi terciptanya karya yang tidak mengecewakan, seperti yang dilakukan pengarang Jepang bernama Urasawa Naoki yang mengarang buku MONSTER menceritakan tentang seorang dokter bedah otak yang menyelamatkan anak kecil, dan kemudian setelah dewasa anak yang diselamatkannya tadi berubah menjadi seorang pembunuh berdarah dingin, bahkan bisa dikatakan anak kecil itu menjelma menjadi monster ketika dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui segala sesuatu tentang segala hal memang hal yang mustahil, namun bukan berarti tidak mungkin. Kemampuan berfikir seorang manusia itu tidak terbatas, ia bisa mempelajari apa saja, menjadi apa saja dan mengetahui apa saja. Dan hal inilah mungkin yang terjadi pada Clara NG pada novelnya yang berjudul Gerhana Kembar.&lt;br /&gt;Berbagai isu yang terjadi pada perempuan, mengundang Clara NG untuk ikut menuliskannya ke dalam sebuah cerita tentang kisah cinta dua orang perempuan. &lt;br /&gt;Jika menilik kembali ke tahun 2003, ada seorang penulis bernama Alberthiene Endah yang menulis novel berjudul Garis Tepi Seorang Lesbian atau film fenomenal Detik Terakhir yang novelnya ditulis oleh Alberthiene Endah. Namun, Clara NG memberikan gaya dan pandangan yang berbeda tentang pasangan lesbian. Tidak ada campur aduk emosi dalam karya Clara NG. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa yang mengalir, cantik, sedikit pop, namun tetap menjunjung kesantunan dalam ruang lingkup keperluan pemaparan tokoh dalam penggambaran dialognya. Dengan gaya penulisannya, serta pembangunan deskripsi secara lembut. Kemampuan membangun detail dengan lembut yang menjadi senjata utama penulis dalam menuangkan ide di dalam tulisannya. Lesbian memang masih menjadi hal yang tabu untuk sebagian orang di negara ini, namun Clara NG menuturkannya dengan perlahan agar pembaca tidak terjebak dalam emosi dan mampu menjaga ritme cerita. Bagaimana cara Clara NG mengatur diksi merupakan sebuah nilai lebih dari seorang lulusan Interpersonal &amp; Organizational Communication dari Ohio University di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel Gerhana Kembar adalah novel yang ditulis oleh Clara NG dalam penemuan jati dirinya. Karena baginya, menulis adalah peristiwa penemuan jati diri dan perjalanan hati yang unik. Novel ini menceritakan tentang Lendy, seorang editor buku yang menemukan naskah lama di lemari neneknya saat neneknya sedang sakit. Kisah cinta tentang dua orang perempuan bernama Fola dan Henrietta dimulai. Lendy merupakan tokoh utama sedangkan Fola atau Diana adalah tokoh sentral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam novel Gerhana Kembar ini, Clara NG melukiskan kehidupan seorang perempuan yang harus dilalui oleh seorang istri yang bersuamikan orang manja, yang tinggal bersama mertua yang selalu menyalahkannya. Jelas sekali ada hal yang dipertentangkan ada diri peremuan atau istri dengan suaminya. Tema-tema yang diangkat Clara NG dalam karya-karyanya memang seputar ketidakberdayaan perempuan seperti juga tergambar pada novel selanjutnya yang berjudul Tea for Two.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak terbitnya Saman karya Ayu Utami yang berbarengan dengan berakhirnya orde baru dan awal dari era reformasi, karya-karya sastra mengalami kebebasan. Jika sebelumnya sastra yang hadir di masyarakat seperti takut-takut menampilkan seksualitas, kini karya sastra dengan gamblang menampilkan seksualitas dan keintiman tanpa bayang-bayang ketakutan. Oleh karena itu, radikalitas ikut menyeruak  bersama keinginan perempuan untuk menegakkan keadlian dan menyetarakan kedudukan dengan laki-laki. Semua yang berkaitan dengan tubuh, kekuasaan, kontrol politik terhadap perempuan dengan laki-laki adalah tema utama dalam feminisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feminisme radikal menganggap penindasan terhadap perempuan oleh laki-laki&lt;br /&gt;berakar pada jenis kelamin laki-laki itu sendiri beserta ideologi patriarkinya. Penguasaan fisik perempuan oleh laki-laki, seperti hubungan seksual adalah bentuk dasar penindasan terhadap kaum perempuan.  Bagi mereka patriarki adalah dasar dari ideologi penindasan yang merupakan sistem hierarki seksual dimana laki-laki memiliki kekuasaan superior dan &lt;i&gt;privilege&lt;/i&gt; ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori feminisme radikal memberikan wacana lesbian dalam mengkaji karya sastra perempuan yang mengandung pemberontakan, yakni menggambarkan bagaimana usaha perempuan dalam memperjuangkan hak dan kedudukannya dengan cara yang radikal, yang dianggap telah direnggut oleh laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-7152439606605452386?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/7152439606605452386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=7152439606605452386' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/7152439606605452386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/7152439606605452386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2009/09/gerhana-kembar-oleh-clara-ng.html' title='(Review) Gerhana Kembar oleh Clara Ng'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-8968781276439320891</id><published>2009-09-01T08:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T08:49:51.857-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of event'/><title type='text'>Quiz! Menangkan voucher makan dan buku terbaru Sefryana Khairil</title><content type='html'>Dear friends,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung buku keenam saya akan diterbitkan pada bulan September 2009, saya mengadakan kuis kecil untuk para pembaca dan teman-teman sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun bukunya sudah dinyatakan akan diterbitkan, saya masih belum menemukan judul yang tepat. Judul sementaranya adalah NOTHING LIKE LOVE, tapi saya dan editor ingin mencari judul lain.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sinopsis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini bercerita tentang sebuah keluarga (suami-istri). Nabil Ramadhan (Nabil) dan Sarah Wibowo (Sarah) menikah karena mereka yakin semua akan baik-baik saja meski dalam sebuah perbedaan besar. Nabil adalah orang yang santai (go with the flow) sedangkan Sarah adalah orang serius dan bawel. Demi rumah tangga dan cintanya terhadap Nabil, Sarah mau melakukan apa saja, termasuk belajar agama Islam. Nabil semula menganggap biasa saja, namun perlahan-lahan semua mengganggunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cinta butuh pengertian, justru Nabil yang tidak tahu dari sisi mana dia harus mengerti. Perubahan demi perubahan menyudutkan mereka. Ketika Nabil mulai berpikir tentang sebuah kemungkinan, Tuhan menunjukkan jalan lain…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah: 1 novel terbaru Sefryana Khairil + voucher makan Quantum Resto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat dan ketentuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Teman-teman dapat mengusulkan maksimal 3 judul.&lt;br /&gt;- Judul-judul tersebut akan dipilih berdasarkan: ketepatan dan korelasinya dengan isi, menarik dan catchy, mudah diingat, dan mencerminkan karakter maupun cerita dengan baik, juga belum pernah digunakan sebelumnya.&lt;br /&gt;- Karena keputusan penerbit tidak dapat diganggu-gugat, saya tidak dapat menjanjikan bahwa judul yang menjadi juara akan menjadi judul terpilih untuk buku saya. Rekomendasi judul akan dijadikan kandidat untuk saya usulkan ke pihak penerbit.&lt;br /&gt;- Jika ada teman-teman yang mengusulkan judul yang sama dan jika judul tersebut terpilih menjadi juaranya, maka hadiah akan jatuh kepada yang lebih dulu mengusulkan judul tersebut.&lt;br /&gt;- Kontes akan ditutup pada jam 12:00 siang, hari Selasa tanggal 1 September 2009.&lt;br /&gt;- Kirimkan nama, alamat, nomor telepon dan email beserta judul yang diusulkan ke sefryana@sefryanakhairil.net atau sefryanakhairil@yahoo.com atau lewat message Facebook saya. Pemenang akan dihubungi melalui email dan namanya akan ditampilkan di website http://sefryanakhairil.net tanggal 12 September 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-8968781276439320891?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/8968781276439320891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=8968781276439320891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/8968781276439320891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/8968781276439320891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2009/09/quiz-menangkan-voucher-makan-dan-buku.html' title='Quiz! Menangkan voucher makan dan buku terbaru Sefryana Khairil'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-8719824725407858071</id><published>2009-05-20T03:53:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T08:45:30.180-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of review'/><title type='text'>(Review) Metropolis-Windry Ramadhina</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;img src="http://fc08.deviantart.com/fs43/f/2009/096/b/c/metro_cover_by_angin_kering.jpg"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastra adalah jejak peradaban manusia, dimana ia bisa menjadi saksi sejarah yang merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai &lt;i&gt;self naration&lt;/i&gt;. Sastra membangun dirinya sendiri menjadi kumpulan data-data yang menyatakan sejauh mana peradaban berlangsung, menjadi cermin yang merefleksikan jaman serta ilmu pengetahuan pada masanya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sastra merekam, mengulas dan menyajikan sejauh mana peradaban berlangsung, bukan hanya dari apa yang terlihat namun juga dari apa yang terasa di dalamnya. Rasa sastra inilah yang sering kali masuk tanpa kita sadari ke dalam diri kita dan menyelinap di belakang kesadaran kita, yang akhirnya menimbulkan apa yang biasa disebut sebagai makna. Hal ini adalah apa yang disebut sebagai comatose meaning, makna yang masuk ke dalam kepala kita tanpa kita sadari, tanpa adanya proses penerjemahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, makna tentu saja selalu terikat dengan preferensi individual yang secara langsung di pengaruhi oleh wawasan dan pandangan lingkungan, sehingga makna akhirnya memiliki identitas sesuai yang diungkapkan Barker yaitu &lt;i&gt;constructive discoursion which change their meaning according to the time, plee and usage.&lt;/i&gt; Sehingga dari satu narasi nantinya akan menimbulkan identitas makna yang kaya baik yang masuk secara &lt;i&gt;comatose&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;aware&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya sastra khususnya prosa fiksi (novel) biasanya &lt;i&gt;comatose meaning&lt;/i&gt; berada dalam jangkauan yang luas dengan intensitas yang tinggi, hal ini terjadi karena prosa fiksi memiliki daya narasi/penceritaan yang panjang, lain dengan puisi yang cenderung memadatkan makna ke dalam satu rangkaian narasi. Dalam hal ini Metropolis berhasil menjadi karya yang memiliki &lt;i&gt;comatose meaning&lt;/i&gt; yang tidak menjadikannya sebuah karya yang menggurui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar akhir 1960-an, Mario Puzo meluncurkan sebuah novel yang berjudul &lt;i&gt;The Godfather&lt;/i&gt;, novel yang menceritakan kehidupan keluarga mafia Italia, keluarga Corleone di Amerika. Ritme cerita yang padat dan mengikat, alur yang dijaga apik akhirnya menjadikan buku ini diterjemahkan ke dalam seluloid oleh Francis Ford Copolla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Godfather bukan hanya hadir untuk menyajikan cerita, namun juga menghadirkannya ke dalam kepala pembaca, yang secara tidak sadar terbawa ke dalam atmosfir kehidupan mafia, pun dengan karya Windri yang kedua ini Metropolis tak hanya berhasil menyajikan cerita, namun juga berhasil menghadirkan cerita secara &lt;i&gt;comatose&lt;/i&gt; ke dalam kepala pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat secara runut peristiwa yang terjalin di dalam cerita, baik dalam &lt;i&gt;The Godfather dan Metropolis&lt;/i&gt; semuanya menyajikan ‘luka’ sebagai senjata. Luka yang nantinya akan menimbulkan sebuah dendam. Unsur cerita seperti ini biasanya akan menimbulkan raungan narasi yang klise, namun berkat keakuratan data dan kepandaian menata alur akhirnya Metropolis berhasil menempatkan dirinya jauh di atas ranah klise yang menjebak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah &lt;i&gt;twist&lt;/i&gt; dihadirkan dalam dalam novel ini melalui satu orang tokoh, yaitu Erik. Keunikan yang orisinal sudah menyentil di awal novel ini, konvensi Bram yang memiliki catatan konvensional sebagai nama laki-laki, ditwist oleh penulis dengan menghadirkan tokoh tersebut sebagai seorang perempuan. Sangat menyentil, sangat kreatif!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya sebuah prosa fiksi menawarkan kebebasan dalam membentuk atmosfir cerita, namun dalam  karya ini tampaknya penulis berusaha untuk mengakrabkan pembaca dengan hal yang paling dekat dalam dunia mafia, yaitu kota besar. Siapa yang tak kenal Jakarta, kota yang meski sudah di telanjangi, tetap saja menyimpan rahasia-rahasia kelam.  Itulah sepertinya yang ingin dihadirkan oleh penulis, menghadirkan apa yang sebenarnya ada, namun tidak pernah kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibutuhkan sebuah riset yang cermat untuk menghadirkan sesuatu yang (mungkin) tidak ada untuk menjadi sebuah sugesti yang meyakinkan tentang keberadaanya. Prosa fiksi yang memiliki daya pikat sebagai laporan investigasi yang mendalam rasanya selalu mencuri perhatian untuk tenggelam bersama dan berlama-lama di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeti halnya Da Vinci Code atau Rahasia Meede, prosa fiksi rasanya berada terlalu dekat dengan kenyataan, menyelinap masuk dan meyakinkan pembaca bahwa apa yang ditulis adalah apa yang terjadi sebenar-benarnya. Namun pada dasarnya semua individu memang perlu merasakan pengalaman fiksi yang bukan berasal dari kehidupannya, dan dalam hal ini Metropolis berhasil menyajikan sebuah pengalaman baru yang orisinal dan kaya akan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyajian data yang akurat tak cukup untuk menjadikan sebuah karya prosa fiksi menjadi karya yang menarik, dibutuhkan juga kepiawaian penulis dalam menyajikan data dalam bentuk narasi. Dan beruntunglah, narasi yang baik disajikan lewat penataan alur yang apik, sehingga Metropolis ini bukan hanya hadir sebagai laporan namun menjadikan dirinya sebagai karya prosa fiksi yang cukup kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangannya mungkin hanya berada dalam deskripsi yang panjang,yang mungkin hal baru bagi pembaca Orange--novel Windry sebelumnya--namun di luar itu Metropolis tetap menjadi sebuah keterbaruan dalam kelasnya. Investigasi, kriminalitas, polisi, pembunuhan, kekuasaan nampaknya menjadi sebuah momok yang begitu akrab, dan beruntunglah Metropolis hadir menghapuskan kelelahan membaca prosa fiksi yang bertemakan itu-itu saja. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-8719824725407858071?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/8719824725407858071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=8719824725407858071' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/8719824725407858071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/8719824725407858071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2009/05/review-metropolis-windry-ramadhina.html' title='(Review) Metropolis-Windry Ramadhina'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-5849057902082196278</id><published>2009-05-10T11:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T08:46:52.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of mind'/><title type='text'>(Share) Dalam Sebuah Perjalanan</title><content type='html'>&lt;a href="http://farm4.static.flickr.com/3044/3039597010_a14b49399c.jpg?v=0"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 500px; height: 333px;" src="http://farm4.static.flickr.com/3044/3039597010_a14b49399c.jpg?v=0" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang memang melelahkan, tapi aku tetap bertahan.&lt;br /&gt;Aku ingin membuat mereka bahagia, karena aku. Kalau tidak, siapa lagi? Siapa lagi yang mampu membuat mereka tersenyum?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-5849057902082196278?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/5849057902082196278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=5849057902082196278' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/5849057902082196278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/5849057902082196278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2009/05/lemon-tea.html' title='(Share) Dalam Sebuah Perjalanan'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-1985458969295903697</id><published>2008-08-13T22:26:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T08:41:42.328-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of poem'/><title type='text'>(Puisi) Lemon Tea</title><content type='html'>&lt;a href="http://img.timeinc.net/recipes/i/recipes/ck/05/06/lemon-tea-ck-1065493-x.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 420px; height: 420px;" src="http://img.timeinc.net/recipes/i/recipes/ck/05/06/lemon-tea-ck-1065493-x.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asam berwarna kecut&lt;br /&gt;rasanya biru terang&lt;br /&gt;Berpadu aroma lemon&lt;br /&gt;segar merintih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir-butir kristal menjadi pasir&lt;br /&gt;Larut bersama raga kecoklatan&lt;br /&gt;Kotak-kotak mengetuk kaca&lt;br /&gt;Siluman kelabu memecah badai&lt;br /&gt;Buih membuncah menyapu asap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima kurcaci meresapi jarum perak&lt;br /&gt;Duduk dengan tenang&lt;br /&gt;Terdiam&lt;br /&gt;Terisak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08 Juli 2008&lt;br /&gt;Sefryana Khairil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-1985458969295903697?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/1985458969295903697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=1985458969295903697' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/1985458969295903697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/1985458969295903697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2008/08/lemon-tea.html' title='(Puisi) Lemon Tea'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-2220554445408579570</id><published>2008-04-25T08:32:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T08:43:58.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of poem'/><title type='text'>(Puisi) Selubung Gurat Hati</title><content type='html'>Cicak-cicak itu berbicara&lt;br /&gt;Sunyi merayapi dinding&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru bukan kelabu&lt;br /&gt;Hitam bukan belenggu&lt;br /&gt;Namun&lt;br /&gt;Pisau itu telah diselipkan&lt;br /&gt;Genderang itu terdengar sayup-sayup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redam asa dalam gumpalan rasa&lt;br /&gt;Merah bukan darah&lt;br /&gt;Jingga bukan serapah&lt;br /&gt;Banyak orang bunuh diri dalam api&lt;br /&gt;Kilatan-kilatan itu berpadu dengan sunyi tanpa arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika putih adalah suci&lt;br /&gt;Kumbang-kumbang katupkan harapan&lt;br /&gt;Jejak itu masih terlihat&lt;br /&gt;Meski di sana ada tembok besar..&lt;br /&gt;Mengapa tak berbelok dan berhenti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jakarta, 8 Desember 2007&lt;/em&gt;Sefryana Khairil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-2220554445408579570?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/2220554445408579570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=2220554445408579570' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/2220554445408579570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/2220554445408579570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2008/04/selubung-gurat-hati.html' title='(Puisi) Selubung Gurat Hati'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-5210127764070183998</id><published>2008-04-25T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T08:44:30.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of poem'/><title type='text'>(Puisi) MUAK!</title><content type='html'>&lt;a href="http://primetime.unrealitytv.co.uk/wp-content/uploads/2009/01/angry-face.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://primetime.unrealitytv.co.uk/wp-content/uploads/2009/01/angry-face.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sepasang mata menatap merayu&lt;br /&gt;Aku tak ragu!&lt;br /&gt;Lembut ucapannya membius&lt;br /&gt;Aku memilih tak mendengar!&lt;br /&gt;Tawanya sumbang&lt;br /&gt;Merah pipinya membakar jiwaku!&lt;br /&gt;Bilang mataku tak bisa melihat&lt;br /&gt;Memang!&lt;br /&gt;Bilang hatiku tak tersentuh&lt;br /&gt;Memang!&lt;br /&gt;Apa yang kau ucapkan aku tak mengerti&lt;br /&gt;Gerakan tanganmu mengajak&lt;br /&gt;Tapi aku berpaling&lt;br /&gt;Atau bukan hanya aku?&lt;br /&gt;Juga mereka,&lt;br /&gt;Keempat jariku yang lain,&lt;br /&gt;Memilih berbalik meski terseok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muak!&lt;br /&gt;Satu kata itu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk seseorang yang sedang bercakap riang, matanya menatap sinis. Jiwaku tertusuk, berdarah-darah. Perih, sakit! Lumat aku kalau kau mau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jakarta, 26 Februari 2008&lt;br /&gt;Universitas Negeri Jakarta&lt;br /&gt;Ruang Q 107&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sefryana Khairil&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-5210127764070183998?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/5210127764070183998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=5210127764070183998' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/5210127764070183998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/5210127764070183998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2008/04/muak.html' title='(Puisi) MUAK!'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9216956159661517644.post-7452184139782258104</id><published>2008-03-31T07:52:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T08:46:28.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='secret of word'/><title type='text'>(Cerita) Afternoon Coffee ver short story</title><content type='html'>MENYUSURI jalan di kota yang penuh dengan kenangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjalan seorang diri saat matahari tenggelam di ufuk barat. Mataku menatap langit senja yang indah. Burung-burung gereja mulai bertebangan, kembali ke sarangnya. Kota ini memang jauh berbeda dibandingkan tiga tahun lalu, sebelum aku berangkat ke Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan-kendaraan padat memenuhi hampir di seluruh sudut kota ini. Polusi udara, banjir dan entah apa lagi. Aku memang bukan Gubernur Jakarta, tapi sebagai masyarakat yang baik, aku merasa perlu untuk menjaga dan memperhatikan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menelusuri jejak kenangan yang masih tampak basah. Tidak apa-apa. Hanya ruang kosong dan aku merasa kesepian. Bintang-bintang di langit mulai muncul menemani sang rembulan yang sendiri. Aku menatapnya seraya mengulas senyum tipis. Bayanganku kembali pada masa-masa indah itu, bersama Mia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Suka minum kopi?” tanya gadis bertubuh tinggi, berambut panjang dan berkulit kuning gading saat aku berada di ruang OSIS ditemani secangkir kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk. “Espresso.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Back to basic. Kau bukan tipe romantis, namun tegas dan sangat berpegang teguh pada prinsip.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menatapnya. “Oh ya? Kau suka meramal lewat kopi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mia tertawa. Ia duduk di sampingku. “Aku juga suka minum kopi setiap sore.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu, Mia. Miashella.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyukainya saat duduk di kelas satu SMA, kami sekelas. Sejak memulai hubungan dengannya, aku mempunyai kebiasaan baru, minum kopi setiap sore. Pandanganku menerawang. Ah, seandainya saja kekerasan hatiku melunak, sedikit saja, tiga tahun lalu. Mungkin Mia masih bersamaku, menemaniku dengan secangkir kopi buatannya sambil menatap senja di kota Jakarta yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU membelokkan mobilku memasuki sebuah kompleks perumahan. Billy &amp; Moon, aku membaca tulisan itu di gapura pintu masuk. Sebuah area perumahan yang cukup luas dan asri. Waktu seakan berputar, mengajakku kembali ke masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan Mia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali menyeruput kopi hangat, aku berharap dapat menemukan setitik saja harapan untuk bisa kembali bersamanya di hitamnya kopi, sama seperti kelamnya duniaku. Semua memang salahku, memaksakan diri untuk pergi, sementara jiwaku di sini, bersama secangkir kopi di sore kelabu, saat aku dan Mia sama-sama terdiam dan memutuskan bahwa semua telah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan sebuah rumah bertingkat bernuansa Eropa, aku memakirkan mobilku. Aku menekan bel. Rumah itu tampak sepi. Aku menghela nafas panjang, perasaanku benar-benar tak menentu. Apalagi setelah mendapat kabar Mia masuk rumah sakit dan kritis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Permisi, Tante...” sapaku sopan pada wanita yang membukakan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cari siapa ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya Aji, ingin bertemu Mia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, Aji! Ayo masuk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu, Farida Mahdi, ibunya Mia. Ia menyuruhku duduk di ruang tamu yang mewah dan elegan. Di sana kulihat bingkai foto besar. Foto Mia dan keluarganya. Senyumnya begitu manis. Sama seperti dulu pertama kali aku melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mia, que tu me manques... (aku merindukanmu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak ada yang lebih indah dari Mia. Kecantikannya memancarkan kelembutan dan keteduhan. Aku selalu merasa damai ketika menatapnya. Pandanganku tertuju pada vas bunga yang berada di tengah meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ji, jangan lupa meletakkan vas bunga Violette di meja vestibule (ruang masuk) di apartemenmu ya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum menahan perih mengingat kata-kata Mia. Bunga Violette dan Monaco adalah kesukaan Mia. Matanya selalu bersinar jika menceritakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kopi, Aji...” ujar ibunya Mia seraya meletakkan secangkir kopi di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih, Tante.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyeruput kopi Espresso itu. Rasa yang selalu kusuka setiap sore. Bayangan Mia berada di pendar hitam kopi itu. Ia selalu di sana. Takkan pernah beranjak. Mia mengajakku masuk ke dalam, namun aku tak tahu jalan aku keluar! Di dalam kopi itu, aku tenggelam. Tak ada dasar, semua tampak tak terbatas. Absurd. Aku terus mencari dasarnya, meskipun akhirnya kutahu, sia-sia. Aku akan terpuruk di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah semua ini telah berakhir? Aku menarik nafas. Aroma kopi itu. Aroma Mia. Terasa begitu melekat. Asap kopi kutiup perlahan, sama seperti aku mencoba membiarkan sayap Mia mengepak dan pergi jauh dari duniaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyakit jantung Mia semakin parah...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam menatap wanita itu. Kesenyapan menyergapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU sekarang berada di sampingnya. Di samping Mia. Wajah yang kurindukan, yang selalu kulihat bayangannya dalam secangkir kopi. Wajah itu pucat. Ia mencoba mengembangkan seulas senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau datang, Aji...” ujarnya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggenggam tangannya. “Ya, Mia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aji, mungkin kau takkan pernah tahu cintaku untukmu dalam secangkir kopi. Meskipun menyakitkan, namun indah. Tak apa jika aku harus terluka untukmu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengusap rambut Mia yang tergurai di bantal. Mataku berkaca-kaca. Sekian lama aku terus merindukannya, kini aku kembali melihatnya dalam keadaan seperti ini. Hatiku teriris. Jika aku boleh meminta, aku ingin merasakan rasa sakitnya, agar bisa kembali menatap keceriaan dalam binar mata indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam kopi itu, jantungku akan selalu berdetak untukmu, Ji...” ia menatapku sayu. Detak jantungnya melemah. Ada jelaga yang mengambang di matanya, ia menyentuh wajahku perlahan. “Kopi itu hitam seperti langit malam, jika aku masih diberikan kesempatan, aku ingin menunjukkan bintang terindah untukmu. Kopi itu pahit, namun aku ingin menjadi butir gula dengan kemilaunya, larut di dalamnya, masuk ke dalam tubuhmu dan berada di sana selamanya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sst... jangan bicara lagi, Mia...” mataku ikut basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peluk aku, Ji...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menunduk dan merengkuhnya. Mendengar degup jantungnya yang melemah. Aku terus mendekapnya, aku tidak ingin melihat Mia tertidur. Ibunya menjerit tertahan, ayahnya memeluk wanita itu. Malam semakin kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau akan jadi bintang yang paling indah, Mia. Takkan kuizinkan hujan turun agar kau dapat terus menatapku...” bisikku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU memandangi kopiku yang telah dingin. Tak ada lagi keresahan serta kegelisahan yang membelenggu jiwaku. Kulayangkan tatapanku pada langit senja kota Paris. Di sana aku duduk di salah satu kafe cantik di Champ Elysees. Lampu-lampu mobil bagaikan jutaan berlian mengalir di salah satu sisi jalan, dan dari arah hulu, berkelap-kelip ruby yang tak terhitung menuju hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum sambil menyeruput kopiku,bersamaan dengan bintang yang muncul di permadani malam.&lt;br /&gt;“Mia, kopiku akan selalu hitam dan manis...”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9216956159661517644-7452184139782258104?l=sefryanakhairil.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/feeds/7452184139782258104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9216956159661517644&amp;postID=7452184139782258104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/7452184139782258104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9216956159661517644/posts/default/7452184139782258104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sefryanakhairil.blogspot.com/2008/03/afternoon-coffee.html' title='(Cerita) Afternoon Coffee ver short story'/><author><name>Sefryana Khairil</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_6GURSudqOcs/TDyPUQ68O_I/AAAAAAAAAFI/Q6Oa9HD1Iuw/S220/DSC00315.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
